Jumat, 14 Oktober 2016

BUKAN SEKADAR ADIWIYATA

Program adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya keterampilan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

            Berdasarkan asal katanya Adiwiyata memiliki arti tempat yang baik (Adi berarti besar, baik, agung, ideal atau sempurna dan wiyata berarti tempat). Tujuan adiwiyata   adalah mewujudkan kondisi sekolah yang baik sebagai tempat pembelajaran sekaligus penyadaran warga sekolah sehingga di kemudian hari warga sekolah dapat ikut bertanggung jawab dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
            Isu utama yang diangkat dalam programa adiwiyata adalah melestarikan fungsi lingkungan,  mencegah terjadinya pencemaran, dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan


            SMP N 1 Bojong menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk oleh BLH (Badan Lingkungan Hidup) untuk mengikuti lomba sekolah  adiwiyata tingkat Kabupaten Tegal pada tahun 2013.
            Banyaknya area hijau di sekitar kelas, halaman sekolah,  adanya peternakan kelinci serta kolam  ikan yang menjadi pertimbangan BLH menunjuk SMP N 1 Bojong maju ke tingkat kabupaten dan pada akhirnya meraih juara 1. Kemudian sekolah ini mewakili Kabupaten Tegal untuk maju ke tingkat provinsi, dan juga meraih juara 1.
            Salah satu kegiatan adiwiyata di SMP N 1 Bojong adalah adanya program bank sampah yang diberi nama “Bank Sampah Sinau Resik”. Sampah, merupakan suatu masalah yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Kegiatan menabung di bank sampah ini termasuk ke dalam program unggulan adiwiyata SMP N 1 Bojong. Setiap hari Sabtu seluruh kelas harus menyetorkan sampah yang telah dikumpuikan selama satu minggu. Sampah yang dikumpulkan hanyalah sampah botol /gelas bekas  minuman saja.

            Saat mengumpulkan sampah, sampah ditimbang dan ditukarkan dengan uang yang nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kelas. Sampah gelas plastik bekas minuman yang terkumpul di bank sampah ini akan dijual ke pengepul tiga bulan sekali. Sampah tersebut dihargai  Rp 1000/kilogram. Hasil penukaran sampah tersebut disimpan dalam bentuk tabungan masing-masing kelas.  

            Setelah bank sampah ini terbentuk dan beroperasi dengan baik, masalah sampah di sekolah pun teratasi. Sampah yang awalnya dibuang begitu saja dapat dimanfaatkan dan ditukar menjadi uang. Jika kita kreatif dan mau berusaha, barang yang dinilai tidak berguna pun bisa kita sulap menjadi sesuatu yang menguntungkan karena memiliki nilai jual.