Program adiwiyata adalah salah
satu program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong
terciptanya keterampilan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian
lingkungan hidup.
Berdasarkan asal katanya Adiwiyata memiliki arti tempat yang baik (Adi berarti besar, baik, agung, ideal atau sempurna dan wiyata berarti tempat). Tujuan adiwiyata adalah mewujudkan kondisi sekolah yang baik sebagai tempat pembelajaran sekaligus penyadaran warga sekolah sehingga di kemudian hari warga sekolah dapat ikut bertanggung jawab dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Isu utama yang diangkat
dalam programa adiwiyata adalah melestarikan fungsi lingkungan, mencegah terjadinya pencemaran, dan mencegah
terjadinya kerusakan lingkungan
SMP N 1 Bojong menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk oleh BLH (Badan Lingkungan Hidup) untuk mengikuti lomba sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten Tegal pada tahun 2013.
Banyaknya area hijau di sekitar
kelas, halaman sekolah, adanya peternakan
kelinci serta kolam ikan yang menjadi pertimbangan
BLH menunjuk SMP N 1
Bojong maju ke tingkat kabupaten
dan pada akhirnya meraih juara 1. Kemudian sekolah ini mewakili Kabupaten Tegal
untuk maju ke tingkat provinsi, dan juga meraih juara 1.
Salah satu
kegiatan adiwiyata di SMP N 1 Bojong adalah adanya program bank sampah yang
diberi nama “Bank Sampah Sinau Resik”. Sampah,
merupakan suatu masalah yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Kegiatan menabung di bank sampah ini
termasuk ke dalam program unggulan adiwiyata SMP N 1 Bojong. Setiap hari Sabtu seluruh kelas harus menyetorkan sampah yang
telah dikumpuikan selama satu minggu.
Sampah yang
dikumpulkan hanyalah sampah botol /gelas bekas minuman saja.
Saat mengumpulkan sampah, sampah ditimbang dan ditukarkan dengan uang yang nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kelas. Sampah gelas plastik bekas minuman yang terkumpul di bank sampah ini akan dijual ke pengepul tiga bulan sekali. Sampah tersebut dihargai Rp 1000/kilogram. Hasil penukaran sampah tersebut disimpan dalam bentuk tabungan masing-masing kelas.
Setelah bank sampah ini
terbentuk dan beroperasi dengan baik,
masalah sampah di sekolah pun teratasi. Sampah yang awalnya dibuang begitu
saja dapat dimanfaatkan
dan ditukar menjadi uang. Jika
kita kreatif dan mau berusaha, barang yang dinilai tidak berguna pun bisa kita
sulap menjadi sesuatu yang menguntungkan karena memiliki nilai jual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar