Jumat, 14 Oktober 2016

Srikandi Pertama SMP Negeri 1 Bojong



Sosok yang keibuan, itulah kesan pertama jika kita melihat beliau. Gesture-nya yang lembut namun berwibawa menggambarkan bagaimana sebenarnya kepribadian beliau, Indri Sarwasih.            Wanita yang akrab disapa Bu Indri ini lahir di Sragen pada 5 Oktober 1958. Beliau adalah kepala sekolah wanita pertama yang memimpin SMP Negeri 1 Bojong karena sebelumnya sekolah ini dipimpin oleh para pria.
            Karirnya sebagai seorang kepala sekolah tidak didapatnya begitu saja. Telah 35 tahun beliau mengabdi pada dunia pendidikan. Pengabdiannya inilah yang mengantarkan beliau medapatkan penghargaan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya XXX Tahun dari Presiden Republik Indonesia. 

            Berawal sebagai guru PMP (PKn) di SMP Negeri 1 Bojong pada Maret 1981 hingga 31 Januari 2011, kemudian beliau mendapatkan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah di SMP Negeri 4 Bumijawa pada 1 Februari 2011, kemudian menjadi Kepala SMP N 3 Bumijawa.
            Pada dua sekolah tersebut itulah beliau mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berharga. Medan yang cukup sulit ditempuh, jalan yang berkelok-kelok, hanya dapat dilalui sepeda motor, dan hawa yang dingin tidak menyurutkan langkah beliau dalam mengemban amanah sebagai pimpinan di sekolah tersebut.
            Beliau selalu memegang pinsip hidup “Bekerja adalah ibadah, jabatan adalah amanah.” Dukungan dari suami dan kedua putranya juga merupakan salah satu penyemangat dan penguat beliau dalam menjalani hari-harinya sebagai seorang guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah.            
            Tanggal 10 Mei 2012 beliau dipindahtugaskan ke SMP Negeri 1 Lebaksiu, masih sebagai kepala sekolah. Karir sebagai kepala sekolah masih dipercayakan kepada beliau hingga kini di SMP Negeri 1 Bojong sejak 15 Agustus 2014.
            Srikandi pertama SMP Negeri 1 Bojong ini selalu berpesan kepada anak didiknya agar “Kelak jika kalian berprofesi sebagai apapun dan dimanapun kalian berada, jagalah harga diri dan martabatmu sebagai muslim/muslimah, dan selalu jaga nama baik almamater tercinta.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar